Penerapan Terapi Person Centered Therapy

Misalnya, A berpacaran dengan B, A selalu mengganggap bahwa B adalah orang yang tidak setia, menurut A, kalau jarak mereka sedang berjauhan B pasti akan dekat-dekat dengan orang lain, akhirnya A bersikap berlebihan terhadap B, B harus selalu melaporkan setiap kegiatan yang dilakukan B tiap hari kepada A. Sampai akhirnya suatu hari A benar-benar melihat B sedang senang-senang dengan orang lain. Lalu A merasa sangat kesal dan sedih, dan akhirnya A datang menemui konselor untuk berkonsultasi.

Konselor menggunakan person centered therapy. Konselor menciptakan hubungan yang nyaman antara konselor dengan A, sehingga A tidak segan-segan bercerita tentang masalahnya, sampai akhirnya A menyadari semua hal yang telah terjadi dan menyadari solusinya. A menyadari bahwa sikapnya terlalu berlebihan, dan ia harus belajar untuk percaya kepada pacarnya, sehingga hubungan mereka menjadi lebih baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s