GROUP THERAPY

Pemeran :

 

Agita               : Terapis

Evania             : Survivor

Gesia               : Kecanduan Nonton

Nadya             : Kecanduan Belanja

Nicholas          : Narator

Rama               : Kecanduan Gadget

Rurialita          : Kecanduan Media Sosial

 

Rurialita, mahasiswa jurusan desain interior berusia 22 tahun memiliki gangguan tidak dapat mengendalikan diri untuk mengupload diberbagai macam media sosial. Instagram, path, twitter, tumblr, snapchat tidak pernah absen dari keseharian ruri. Ruri akan merasakan kecemasan jika sehari tidak mengupdate di media sosial.

Gesia, siswa sma berumur 17 tahun memiliki gangguan tidak dapat mengendalikan diri untuk menonton berbagai acara televisi yang berhubungan dengan korea. Reality show, acara musik, dan drama tidak pernah ditinggalkan olehnya. Dalam sehari minimal 5 jam selalu ia sempatkan untuk menonton, jika libur maka bisa dipastikan kira2 selama 20 jam menonton acara tanpa makan atau melakukan kegiatan lain. hal ini sangat mengganggu kehidupannya baik kesehatan maupun pendidkan.

Nadya, karyawan di sebuah pegawai swasta berusia 25 tahun, memiliki gangguan tidak dapat mengendalikan diri untuk berbelanja, baik berbelanja pakaian, aksesoris maupun yang lainnya. Suka sekali berbelanja secara offline, maupun online. Dalam satu minggu kemungkinan lebih dari 3 kali dan bahkan lebih menghampiri mall ataupun butik-butik untuk berbelanja. Dan juga sering mengakses berbagai toko-toko online untuk berbelanja. Karena terlalu seringnya berbelanja, tidak jarang tagihan kartu kreditnya sampai membengkak.

Rama, seorang siswa smp berumur 13 tahun memiliki gangguan tidak dapat mengendalikan diri tedahadap gadget, disetiap kegiatannya ia tidak pernah lepas dari gadget yang ia miliki. kesukaannya terhadap gadget  sangat menganggu aktvitasnya sehari-hari, dalam kesehariannya ia banyak menghabiskan waktu bersama gadget­-nya dan jarang sekali berinteraksi dengan orang-orang baik didalam rumah maupun diluar rumah, sampai-sampai terkadang ia lupa untuk makan dan banyak menunda pekerjaan yang seharusnya wajib dilakukan contohnya seperti belajar.

Eva, seorang pemilik event organizer berusia 27 tahun tidak dapat mengendalikan diri untuk mengonsumsi kopi. Dalam sehari, ia dapat menghabiskan 16 cangkir kopi. Setiap hari ia mengunjungi cafe-cafe yang menyediakan kopi dan juga meminum kopi yang dia buat sendiri dirumahnya. Kecanduannya terhadap kopi berdampak pada kesehatannya sehingga ia menderita penyakit maag yang akut. Eva sadar bahwa kecanduannya ini tidak baik dan ia memutuskan untuk berobat kepada terapis Agita dan dapat mengatasi kecanduannya.

Agita, seorang terapis berusia 35 tahun memiliki sebuah klinik di London. Dia berprofesi sebagai terapis selama 7 tahun dan dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai terapis yang handal. Sekarang ia berusaha menangani kasus kecanduan yang dialami oleh empat orang tadi.

Pada pukul 10.00 waktu Greenwich di klinik Bellevue 3.0

Pertemuan pertama

Agita        : Oke, kita sepakat untuk memulai konseling setiap hari Kamis pukul 10.00. Satu sesi berlangsung selama empat jam. Mari kita mulai dari Nadya, silahkan diceritakan apa yang menjadi masalah Anda.

Nadya    : Saya karyawan swasta, umur 25 tahun, saya suka sekali belanja pakaian, aksesoris dan lain-lain. Saya juga suka belanja offline dan online. Dalam satu minggu kemungkinan lebih dari 3 kali datang ke mall dan butik-butik untuk belanja. Saya juga sering akses berbagai toko-toko online untuk belanja. Tapi kebiasaan belanja saya ini selalu bikin saya terkejut, karena tagihan kartu kredit saya jadi bengkak sekali. Saya pengen banget lepas dari kebiasaan ini.

Agita     : Hhhmm.. Oke, selanjutnya silahkan Rurialita untuk menceritakan masalahnya.

Rurialita : Saya mahasiswa jurusan desain interior, umur saya 22 tahun, saya suka banget update instagram, path, twitter, tumblr, snapchat. Saya akan cemas jika sehari saja tidak mengupdate di media sosial. Awalnya saya ngerasa ya wajar-wajar ajalah jaman sekarang kaya begitu, tapi lama-lama saya ngerasa kaya selalu dikejar-kejar perasaan cemas kalo nggak update medsos, capek juga saya kalo begitu terus. Gimana ya caranya supaya nggak kaya gitu lagi?

Agita     : Baik, pertanyaannya di tampung dulu, nanti kita diskusi sama-sama, selanjutnya silahkan Gesia.

Gesia     : Saya siswa SMA umur saya 17 tahun, saya suka banget sama acara Korea. Reality show, acara musik, sama drama, semuanya saya suka. Dalam sehari minimal 5 jam cuma untuk nonton, kalau libur, kira-kira selama 20 jam nonton acara tanpa makan atau ngapa-ngapain. Saya ngerasa kebiasaan itu lama-lama mengganggu saya, karena saya jadi suka sakit mag, terus nggak sempet ngerjain tugas sekolah juga. Saya mau coba untuk ubah kebiasaan saya ini.

Agita     : Oke, terima kasih Gesia, selanjutnya Rama silahkan.

Rama     : Saya masih SMP, umur saya 13 tahun. Saya seneng banget mainan handphone, tab sama laptop, awalnya menurut saya sih nggak apa-apa mainan gadget, namanya juga anak masa kini, mana bisa hidup tanpa gadget? Emangnya hidup di jaman perjuangan? Tapi mungkin karena itu, sekarang mata saya rusak, jadi pake kacamata, terus saya ngerasa kayaknya jadi nggak deket sama orang-orang yang ada di sekitar saya. Kayaknya saya nggak boleh terlalu sering mainan gadget deh.

Agita     : Ya, kita semua sudah menceritakan masalah masing-masing. Ada yang ingin memberikan masukan untuk masalah masing-masing?

(keempat klien saling memberikan masukan)

Pertemuan ketiga

Agita   : Selamat pagi semuanya. Hari ini kita akan memulai sesi ketiga konseling kita. Hari ini saya mendatangkan seseorang yang memiliki permasalahan yang sama dengan kalian dan dia sudah berhasil mengatasi masalahnya.

Eva      :  Selamat pagi, saya Eva. Disini saya akan menceritakan pengalaman saya.

(Eva menceritakan pengalamannya. Klien mulai bertanya kepada Eva)

Agita   :  Setelah mendengar pengalaman saudari eva, bagaimana perjuangannya, saya harap dapat memotivasi kalian untuk bisa mengatasi masalah yang sedang kalian hadapi sekarang.

Pertemuan keenam

Agita   :  Kita sudah sampai di pertemuan terakhir. Coba ceritakan kemajuan atau perubahan apa saja yang telah terjadi pada diri Anda.

Rama   :  Saya sekarang sudah lebih jarang pake gadget. Sekarang saya lebih banyak ngobrol-ngobrol sama temen-temen sambil belajar bareng, terus saya juga jadi ketagihan curhat sama mama saya. Sekarang saya juga sudah punya jam-jam khusus untuk mainan gadget, pokoknya sudah lebih oke deh.

Gesia   :  Kalau saya sekarang sudah mulai peduli dengan kesehatan saya. Rutin olahraga, makan tepat waktu dan juga berkomunikasi dengan baik sama orang-orang disekitar saya. Yaaa garis besarnya saya sudah menjalani kehidupan nyata  dengan baik.

Ruri     : Kalau saya sekarang hanya menggunakan tiga medsos, yaitu line, path dan instagram. Saya juga nggak sering-sering buka medsos, cuma kalau lagi ada waktu luang saja saya baru buka medsos, kemajuan banget buat saya.

Nadya : Kemajuan yang telah saya alami selama ini sudah cukup memuaskan, saya sudah bisa mengurangi intesitas berbelanja saya, saya juga sudah bisa menahan keinginan saya untuk berbelanja jika itu tidak diperlukan, sekarang saya juga lebih memilih untuk menyumbangkan atau menyedekahkan uang saya jika dapat uang lebih ketimbangkan menghambur-hamburkan uang saya, ya, karena itulah sekarang tagihan kartu kredit saya tidak penah membengkak lagi.

Agita   : Wah, memang kemajuan yang bagus, silahkan dipertahankan atau bahkan dikembangkan jadi lebih baik. Sekarang, ayo tepuk tangan untuk kita semua!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s